ABSTRACT
BINA HUSADA COLLEGE OF HEALTH SCIENCE
POST GRADUATE OF PUBLIC HEALTH PROGRAM
BINA HUSADA COLLEGE OF HEALTH SCIENCE
POST GRADUATE OF PUBLIC HEALTH PROGRAM
Thesis,
June 2014
Baity Octariani
The Analysis of Factors in Related to the Severe Preeclampsia Incidence at Sekayu Hospital in year 2013
(xvi + 134 pages, 26 tables, 8 pictures, 8 appendices)
Baity Octariani
The Analysis of Factors in Related to the Severe Preeclampsia Incidence at Sekayu Hospital in year 2013
(xvi + 134 pages, 26 tables, 8 pictures, 8 appendices)
ABSTRACT
Maternal mortality is one of indicator to look
at the health status of women. Based on Indonesia Demographic Health Survey in 2012, Maternal mortality achieved 359 per 100,000 births. Based on medical record in Sekayu hospital in
2011 obtained severe Preeclampsia incidence amounted to 128 cases, in 2012
found the severe Preeclampsia incidence amounted to 105 cases, in 2013 found
the incidence of severe Preeclampsia amounted to 102 cases.
The purpose of this study was to determine the
factors in related to the severe preeclampsia incidence at Sekayu Hospital in
year 2013. Case control study has been
conducted in hospital Sekayu by using secondary data from medical records of maternal
mothers. There were 255 samples that divided into 2 groups: 85 cases, 170
control samples that met the inclusion criteria. The analysis of the samples by
using a computer statistical program, through univariate, bivariate, by using chi-square and multivariate logistic regression.
The results showed that the factors that
influence the incidence of severe preeclampsia in Sekayu hospital are maternal
age (p = 0.001, OR = 3,344, 95% CI = 1,825 to 6,128), parity (p= 0.016, OR = 1,977,
95%, CI = 1,163 to 3,360), education (p = 0.017, OR = 2.114, 95% CI = 1.174 to
3.806), occupation (p = 0.001, OR = 6.470, 95% CI = 3.618 to 11.569), history
of hypertension ( p = 0.001, OR = 12.349, 95% CI = 6.492 to 23.493),
nutritional status (p = 0.001, OR = 6.470, 95% CI = 3.636 to 11.513). By using
logistic regression analysis found that the most dominant factor on the
incidence of severe preeclampsia was history of hypertension.
Based on these results, along with the hospital
officials should health
department made
guidance to BPM and the clinic is an effort to improve medical personal skills
in related to the pregnant women with severe preeclampsia.
References: 49 (2005 - 2013).
Keywords: Preeclampsia, Mother, case-control.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Angka Kematian Ibu
(AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan.
Angka Kematian Ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan
millenium yaitu tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang
akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾ resiko jumlah
kematian ibu.[1]
Angka Kematian Ibu adalah
jumlah wanita yang meninggal mulai dari saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per
100.000 persalinan. AKI menunjukkan kemampuan dan kualitas
pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan pengetahuan
masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan,
sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Tingginya AKI dan lambatnya
penurunan angka ini menunjukkan bahwa pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
sangat mendesak untuk ditingkatkan baik dari segi
jangkauan maupun kualitas pelayanannya.[2]
Upaya untuk menurunkan AKI harus melalui jalan yang terjal, dikaitkan dengan target Millenium
Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI)
menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara
itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan,
yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga risiko
keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk
terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada
saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh
tenaga kesehatan.[3]
Menurut Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2007, persentase penyebab
kematian ibu melahirkan antara lain perdarahan 28%, eklampsia 24%, infeksi 11%,
komplikasi masa puerperium 8%, abortus 5%, partus lama 5%, emboli 3%,
lain-lain 11%. Hal ini disebabkan karena
relatif masih rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan.
Departemen Kesehatan menetapkan target 90 persen persalinan ditolong oleh
tenaga medis pada tahun 2010.[1]
Berdasarkan data
Dinas kesehatan Sumatera Selatan (2012), Angka Kematian Ibu (AKI) di Sumatera
Selatan Tahun 2006 yaitu sebanyak 114, Tahun 2007 sebanyak 119, Tahun 2008
sebanyak 124, Tahun 2009 sebanyak 143, Tahun 2010 sebanyak 131, Tahun 2011
sebanyak 131, sedangkan Tahun 2012 sebanyak 148.[4]
Berdasarkan catatan rekam medik di Rumah
Sakit Umum Daerah Sekayu tahun
2011 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1783 orang yaitu angka kejadian preeklampsia berat (PEB) berjumlah 128 kasus dan eklampsia berjumlah 31
kasus. Tahun 2012 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1487 orang yaitu angka kejadian preeklampsia berat (PEB) berjumlah 105 kasus dan eklampsia berjumlah 18
kasus. Sedangkan tahun 2013 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1820
orang yaitu angka kejadian
preeklampsia berat (PEB)
berjumlah 102 kasus dan eklampsia berjumlah 14 kasus.[5]
Peneliti memilih RSUD
Sekayu sebagai lokasi
penelitian karena RSUD Sekayu merupakan Rumah Sakit rujukan satu-satunya yang ada di kota Sekayu
Kabupaten Musi Banyuasin dan juga lokasinya pun berada di wilayah yang strategis di pusat Kota Sekayu sehingga memungkinkan pihak
puskesmas atau bidan desa untuk melakukan rujukan langsung ke Rumah Sakit Umum
Daerah Sekayu agar ibu hamil/ bersalin yang menderita preeklampsia berat (PEB) dapat
langsung mendapatkan pertolongan segera.
Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda
hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini
umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan tetapi dapat terjadi sebelumnya,
misalnya pada mola hidatidosa. Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada
tanda-tanda lain. Pada primigravida frekuensi preeklampsia lebih tinggi bila
dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda,diabetes mellitus,
mola hidatidosa, kehamilan ganda, umur lebih dari 35 tahun, dan obesitas yang
merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia.[6]
Ada beberapa faktor risiko yang
menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia yaitu gizi buruk, kegemukan,
gangguan aliran darah ke rahim, terjadi pada kehamilan pertama, kehamilan di
usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun, riwayat tekanan darah
tinggi yang kronis sebelum kehamilan, riwayat mengalami preeklampsia
sebelumnya.[7]
Dari data-data
diatas bahwa angka kejadian Preeklampsia berat pada ibu hamil masih cukup tinggi maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yang berjudul “Analisis
Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Preeklampsia
Berat (PEB) Di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu
Tahun 2013”.
1.2 Rumusan Masalah
Faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan terhadap kejadian Preeklampsia
Berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3
Pertanyaan
Penelitian
1.3.1
Apakah
ada hubungan antara umur dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.2
Apakah
ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.3
Apakah
ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.4
Apakah
ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.5
Apakah
ada hubungan antara riwayat penyakit hipertensi dengan kejadian preeklampsia berat
di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.6
Apakah
ada hubungan antara status gizi
dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1
Tujuan Umum
Diketahuinya faktor yang berhubungan terhadap kejadian preeklampsia
berat
di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2
Tujuan Khusus
1.4.2.1 Diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik umur, paritas, pendidikan, pekerjaan,
riwayat hipertensi, dan status gizi ibu di Rumah Sakit
Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.2 Diketahuinya distribusi frekuensi kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.3 Diketahuinya
hubungan antara umur terhadap kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.4 Diketahuinya hubungan antara paritas terhadap kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.5 Diketahuinya hubungan antara pendidikan terhadap kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.6 Diketahuinya hubungan antara pekerjaan terhadap kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.7 Diketahuinya hubungan antara riwayat
hipertensi terhadap
kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.8 Diketahuinya hubungan antara status
gizi terhadap
kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.9 Diketahuinya faktor yang paling dominan terhadap kejadian preeklampsia berat di
Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1
Bagi Peneliti
Mahasiswa dapat melaksanakan dan mengaplikasikan mata kuliah Metodologi
Penelitian dan Biostatistik dan mendapatkan pengalaman meneliti tentang
kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin.
1.5.2
Bagi STIK Bina Husada Palembang
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
bahan masukkan dan informasi serta sumber untuk melengkapi referensi
kepustakaan sehingga dapat menunjang pengetahuan dan wawasan mahasiswa untuk
dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.
1.5.3
Bagi RSUD Sekayu
Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi petugas
kesehatan khususnya Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu dalam
rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan pada ibu
bersalin dan dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI).
1.6 Ruang Lingkup
1.6.1 Lokasi
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2014.
1.6.2 Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2014.
JIKA INGIN MENDAPATKAN FILE LENGKAP TENTANNG TESIS ANALISIS PEB HARAP MENGHUBUNGI EMAIL BAITYOCTARIANI07@GMAIL.COM DENGAN LINK SEBAGAI BERIKUT DOWNLOAD