Hamasah..

Hamasah..
Ciyuuuussss

Jumat, 03 Oktober 2014



ABSTRACT
BINA HUSADA COLLEGE OF HEALTH SCIENCE
POST GRADUATE OF PUBLIC HEALTH PROGRAM
Thesis,      June 2014

Baity Octariani

The Analysis of Factors in Related to the Severe Preeclampsia Incidence at Sekayu Hospital in year 2013
(xvi + 134 pages, 26 tables, 8 pictures, 8 appendices)

ABSTRACT

Maternal mortality is one of indicator to look at the health status of women. Based on Indonesia Demographic Health Survey in 2012, Maternal mortality achieved 359 per 100,000 births. Based on medical record in Sekayu hospital in 2011 obtained severe Preeclampsia incidence amounted to 128 cases, in 2012 found the severe Preeclampsia incidence amounted to 105 cases, in 2013 found the incidence of severe Preeclampsia amounted to 102 cases.
The purpose of this study was to determine the factors in related to the severe preeclampsia incidence at Sekayu Hospital in year 2013. Case control study has been conducted in hospital Sekayu by using secondary data from medical records of maternal mothers. There were 255 samples that divided into 2 groups: 85 cases, 170 control samples that met the inclusion criteria. The analysis of the samples by using a computer statistical program, through univariate, bivariate, by using chi-square and multivariate logistic regression.
The results showed that the factors that influence the incidence of severe preeclampsia in Sekayu hospital are maternal age (p = 0.001, OR = 3,344, 95% CI = 1,825 to 6,128), parity (p= 0.016, OR = 1,977, 95%, CI = 1,163 to 3,360), education (p = 0.017, OR = 2.114, 95% CI = 1.174 to 3.806), occupation (p = 0.001, OR = 6.470, 95% CI = 3.618 to 11.569), history of hypertension ( p = 0.001, OR = 12.349, 95% CI = 6.492 to 23.493), nutritional status (p = 0.001, OR = 6.470, 95% CI = 3.636 to 11.513). By using logistic regression analysis found that the most dominant factor on the incidence of severe preeclampsia was history of hypertension.
Based on these results, along with the hospital officials should health department made guidance to BPM and the clinic is an effort to improve medical personal skills in related to the pregnant women with severe preeclampsia.

References: 49 (2005 - 2013).
Keywords: Preeclampsia, Mother, case-control.



BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka Kematian Ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾ resiko jumlah kematian ibu.[1]
Angka Kematian Ibu adalah jumlah wanita yang meninggal mulai dari saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per 100.000 persalinan. AKI menunjukkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Tingginya AKI dan lambatnya penurunan angka ini menunjukkan bahwa pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangat mendesak untuk ditingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas pelayanannya.[2]

Pencapaian dan proyeksi AKI di Indonesia secara Nasional dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2007, dimana menunjukkan penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), AKI pada tahun 1997 berjumlah 334 per 100.000 Kelahiran Hidup, AKI pada tahun 2002 berjumlah 307 per 100.000 Kelahiran Hidup, AKI pada tahun 2007 berjumlah 228 per 100.000 Kelahiran Hidup, AKI tahun 2012, angka kematian ibu mencapai 359 per 100 ribu Kelahiran Hidup. Sementara target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk menurunkan AKI di Indonesia tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 Kelahiran Hidup.[1]
Upaya untuk menurunkan AKI harus melalui jalan yang terjal, dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga risiko keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehatan.[3]
Menurut Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2007, persentase penyebab kematian ibu melahirkan antara lain perdarahan 28%, eklampsia 24%, infeksi 11%, komplikasi masa puerperium 8%, abortus 5%, partus lama 5%, emboli 3%, lain-lain  11%. Hal ini disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Departemen Kesehatan menetapkan target 90 persen persalinan ditolong oleh tenaga medis pada tahun 2010.[1]
Berdasarkan data Dinas kesehatan Sumatera Selatan (2012), Angka Kematian Ibu (AKI) di Sumatera Selatan Tahun 2006 yaitu sebanyak 114, Tahun 2007 sebanyak 119, Tahun 2008 sebanyak 124, Tahun 2009 sebanyak 143, Tahun 2010 sebanyak 131, Tahun 2011 sebanyak 131, sedangkan Tahun 2012 sebanyak 148.[4]
Berdasarkan catatan rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu tahun 2011 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1783 orang yaitu angka kejadian preeklampsia berat (PEB) berjumlah 128 kasus dan eklampsia berjumlah 31 kasus. Tahun 2012 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1487 orang yaitu angka kejadian preeklampsia berat (PEB) berjumlah 105 kasus dan eklampsia berjumlah 18 kasus. Sedangkan tahun 2013 didapatkan bahwa jumlah persalinan sebanyak 1820 orang yaitu angka kejadian preeklampsia berat (PEB) berjumlah 102 kasus dan eklampsia berjumlah 14 kasus.[5]
Peneliti memilih RSUD Sekayu sebagai lokasi penelitian karena RSUD Sekayu merupakan Rumah Sakit rujukan satu-satunya yang ada di kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan juga lokasinya pun berada di wilayah yang strategis di pusat Kota Sekayu sehingga memungkinkan pihak puskesmas atau bidan desa untuk melakukan rujukan langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu agar ibu hamil/ bersalin yang menderita preeklampsia berat (PEB) dapat langsung mendapatkan pertolongan segera.
Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa. Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada tanda-tanda lain. Pada primigravida frekuensi preeklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda,diabetes mellitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda, umur lebih dari 35 tahun, dan obesitas yang merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia.[6]
Ada beberapa faktor risiko yang menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia yaitu gizi buruk, kegemukan, gangguan aliran darah ke rahim, terjadi pada kehamilan pertama, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun, riwayat tekanan darah tinggi yang kronis sebelum kehamilan, riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.[7]
Dari data-data diatas bahwa angka kejadian Preeklampsia berat pada ibu hamil masih cukup tinggi maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Analisis Faktor yang Berhubungan terhadap Kejadian Preeklampsia Berat (PEB) Di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013”.

1.2         Rumusan Masalah

Faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan terhadap kejadian Preeklampsia Berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?

1.3          Pertanyaan Penelitian
1.3.1        Apakah ada hubungan antara umur dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.2        Apakah ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.3        Apakah ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.4        Apakah ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.5        Apakah ada hubungan antara riwayat penyakit hipertensi dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?
1.3.6        Apakah ada hubungan antara status gizi dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013?

1.4              Tujuan Penelitian

1.4.1        Tujuan Umum
Diketahuinya faktor yang berhubungan terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2        Tujuan Khusus
1.4.2.1   Diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, riwayat hipertensi, dan status gizi ibu di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.2  Diketahuinya distribusi frekuensi kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.3  Diketahuinya hubungan antara umur terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.4  Diketahuinya hubungan antara paritas terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.5  Diketahuinya hubungan antara pendidikan terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.6  Diketahuinya hubungan antara pekerjaan terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.7  Diketahuinya hubungan antara riwayat hipertensi terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.8  Diketahuinya hubungan antara status gizi terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.
1.4.2.9  Diketahuinya faktor yang paling dominan terhadap kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2013.

1.5       Manfaat Penelitian
1.5.1        Bagi Peneliti
Mahasiswa dapat melaksanakan dan mengaplikasikan mata kuliah Metodologi Penelitian dan Biostatistik dan mendapatkan pengalaman meneliti tentang kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin.
1.5.2        Bagi STIK Bina Husada Palembang
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukkan dan informasi serta sumber untuk melengkapi referensi kepustakaan sehingga dapat menunjang pengetahuan dan wawasan mahasiswa untuk dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.
1.5.3        Bagi RSUD Sekayu
Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi petugas kesehatan khususnya Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan pada ibu bersalin dan dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI).

1.6   Ruang Lingkup
1.6.1  Lokasi
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Tahun 2014.
1.6.2  Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2014.
 JIKA INGIN MENDAPATKAN FILE LENGKAP TENTANNG TESIS ANALISIS PEB HARAP MENGHUBUNGI EMAIL BAITYOCTARIANI07@GMAIL.COM DENGAN LINK SEBAGAI BERIKUT DOWNLOAD